THE FRIEND OF ME

Kamis, 14 April 2011

MAJAPAHIT BUKAN KERAJAAN/KESULTANAN ISLAM (6)

Argumen ke enam yang dikemukakan oleh Herman Sinung Janutama adalah

"Tentang  keturunan Arab  yang banyak menjadi penguasa di Nusantara"
Perihal banyaknya keturunan Arab yang menjadi penguasa di Nusantara ini tidaklah langsung berkaitan dan atau dapat dijadikan bukti bahwa Majapahit adalah merupakan kerajaan Islam, hal ini jelas-jelas tidak berdasar dan terkesan merupakan sebuah argumen yang dicari-cari. Kerajaan Majapahit jelas-jelas didirikan oleh seseorang yang bernama Nararya Sanggramawijaya (jelas nama asli yang berasal dari tanah Jawa), putera Dyah Lembu Tal dan cucu Narasinghamurti ( dilihat dari segi nama, kesemuanya jelas orang jawa ) dan kesejarahannya dapat dibuktikan sejak jaman kerajaan Singasari dengan penelitian piagam atau prasasti yang merupakan bukti otentik.

Paralel dengan pernyataan tersebut adalah : Proklamasi NKRI tanggal 17 Agustus 1945 ditanda-tangani oleh dua orang tokoh, negarawan dan pejuang bangsa Indonesia yaitu SoekarnoHatta. Siapa yang berani menyangkal bahwa kedua beliau tersebut memeluk agama Islam ? Tetapi dengan fakta bahwa kedua beliau  tersebut memeluk agama Islam, tidak lantas berarti bahwa Indonesia adalah negara Islam, bahkan beliau berdua (Sang Proklamator) jelas-jelas mengetengahkan slogan Bhinneka Tunggal Ika dengan Pancasila sebagai falsafah dasar NKRI.

Selanjutnya, sampai saat inipun para pemimpin negeri kita mayoritas beragama Islam, tetapi mereka-mereka tidak lantas mengubah Indonesia menjadi negara Islam, karena masih ada UUD 1945 dan falsafah Pancasila sebagai  alat pemersatu bangsa yang telah disepakati secara nasional sejak berdirinya negeri ini.
Fakta berikutnya, mayoritas pelaku ekonomi sekaligus penguasa-ekonomi di negeri ini adalah mereka-mereka keturunan Cina, tetapi hal ini tidak lantas membuktikan bahwa Indonesa adalah negara Cina. Sama sekali tidak !

Dan satu hal yang wajib dicatat dan dipahami secara mendasar adalah bahwa slogan Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi falsafah dasar negeri ini, pada dasarnya diambil dari slogan asli jaman Majapahit yang lengkapnya berbunyi Bhinneka Tunggal Ika tan hana dharma mangrwa. Hal ini jelas-jelas membuktikan kepada kita bahwa Majapahit bukanlah kerajaan Islam.

8 komentar:

MAHENDRA mengatakan...

Putro-wayah; berpesan jangan nodai keagungan dan kejayaan MAJAPAHIT,
dengan bikin pengakuan, pernyataan yang menyesatkan

Dildaar Ahmad mengatakan...

payah nih yg ngeklaim...

Dildaar Ahmad mengatakan...

Inggih Mahendra...

ruangcerdas mengatakan...

wah sy jadi bingung tentang sejarah bangsa ini, banyak kepentigan ya. Kalo begitu mohon artikel bagaimana berubahnya Majapahit..terus menjadi Mataram Islam. Siapa itu Bre (ada yang bilang dari Aceh)... mohon infonya terimakasih. Moga dengan belajar sejarah kita jadi lebih bijak untuk Indonesia yang madani, bukan medeni..

c7 mengatakan...

Sejarah...sangat dipengaruhi oleh rezim yng berkuasa!..., siapa yg bisa menjamin sejarah (cerita yg ditulis) yg kita dengar selama ini adalah BENAR?...., jadi ingat kesan G30 S masa order lama, orba, dan reformasi..., Sapa juga yg menjamin kesejarahan dimasa bangsa kita dijajah selama 3,5 abad?......, Tetap mari bersama2 mngkritisi sejarah, siapapun itu yang mengatakan dan merepresentasikan....!!!

nelson mengatakan...

sejarah tidak bisa di buat sesuka hati penguasa. Sejarah itu berdasarkan bukti2 peninggalan yg bs di saksikan smua orang jadi pendapat sejarah bs di belok2 an penguasa tidak ada itu!

nelson mengatakan...

sejarah itu berdasarkan bukti2 peninggalan yg tersisa. Jadi sejarah bs di belokan penguasa itu tidak ada!

widhyanty-wiwid mengatakan...

Memang pada saat itu Majapahit, nama islam belum ada, nama islam ada setelah nabi MUHAMMAD SAW, nama islam saat itu adalah darma ajaran yg dibawa oleh NABI SULAIMAN AS