THE FRIEND OF ME

Senin, 16 Mei 2011

EKSKAVASI ATAU PERUSAKAN SITUS ?

Majapahit dengan kebesarannya bagaikan magnet, Majapahit dengan segala rahasianya mengundang penelitian,  Majapahit dengan segala peninggalannya mengundang decak kagum, Majapahit dengan segala mistisnya menantang pelaku-pelaku spritual untuk melakoninya. Majapahit dengan kebesaran sasantinya mempersatukan negeri ini. Majapahit dengan luas wilayahnya mengundang banyak perdebatan.

Tersebutlah Candi Sumur Upas sebuah peninggalan kerajaan Majapahit yang berada satu kompleks dengan Candi Kedaton, hingga saat ini masih mengundang misteri. Banyak sejarah-wan dan kaum arkeolog belum mampu menguak rahasia situs tersebut. Pada sekitar tahun 1996 telah dilakukan penelitian arkeologi serta penggalian-penggalian yang hingga saat ini belum jelas hasilnya.



Foto di atas memperlihatkan kepada kita kondisi Candi Kedaton dan Candi Sumur upas sebelum dilakukan penggalian-penggalian pada tahun 1996.


Foto di atas menunjukkan proses ekskavasi terhadap situs Candi Kedaton dan Situs Sumur Upas di sekitar tahun 1996.



Foto di atas menunjukkan kepada kita adanya empat lubang bekas makam yang kerangkanya telah dikeluarkan dan disimpan dalam kotak-kotak. Ke empat kerangka tersebut diperkirakan kerangka berjenis kelamin perempuan.



Foto-foto di atas menunjukkan penemuan sebuah makam lengkap dengan kerangka manusianya yang berjenis kelamin laki-laki. Lubang makam ini tidak jauh letaknya dari lubang Candi Sumur Upas, dan hanya berjarak beberapa meter saja.



Foto di atas menunjukkan kepada kita, setelah kerangka manusia tersebut dikeluarkan dari lubang makamnya, kemudian disimpan dalam sebuah kotak kayu kasar bercat putih, dan disimpan secara bertumpuk-tumpuk dengan keempat kerangka berjenis kelamin wanita yang ditemukan di atas Candi Kedaton.

Hati kecil saya menangis dan bertanya ," Apa sebenarnya yang dicari oleh para arkeolog kita itu ? Inikah perwujudan sikap adat ke Timuran kita ? Dan apakah ini merupakan wujud penghormatan kita kepada para leluhur ? Apakah ini merupakan perwujudan sikap kita sebagai bangsa yang beradab dan berbudaya ? Setelah kerangka-kerangka tersebut dikeluarkan dari lubang makamnya pada sekitar tahun 1996, sampai saat ini tidak ada tindakan-tindakan lanjutan."

Tidakkah kita merasa iba melihat kerangka-kerangka manusia yang terbengkalai ini ? Tidak mungkinkah bahwa mereka (kerangka-kerangka tersebut) itu merupakan kerangka leluhur Majapahit yang telah meninggal dan dimakamkan di tempat itu ?

Tumpukan kotak-kotak yang berisi kerangka manusia


Ditulis oleh :  J.B. TJONDRO PURNOMO ,SH 
Semoga tulisan ini dapat menggugah hati nurani kita semua untuk sama-sama berusaha dan berupaya untuk memakamkan kembali ke 5 kerangka manusia yang telah diketemukan di situs Candi Kedaton dan situs Candi Sumur Upas.




7 komentar:

Bunga Majapahit mengatakan...

OOOOOOOPPPPSSSSSS .... ada apa dengan bangsa ini ? Kenapa begitu tega ?

saiful mengatakan...

Mudah mudahan setelah membaca artikel ini.......ekskavasi tersebut segera diselesaikan dan ke 5 kerangka dapat dimakamkan kembali secara layak....

MAHENDRA mengatakan...

Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang besar, tapi bagaimana perlakuannya terhadap leluhur Bangsa ini? sesungguhnya tanggung jawab siapakah ini?

MAHENDRA mengatakan...

Bangsa Indonesia dikatakan Bangsa yang besar, tapi bagaimana perlakuan terhadap leluhur Bangsa ini ? sesungguhnya siapakah yang bertanggungjawab terhadap hal ini ?

aly mengatakan...

Tanpa menyalahkan berbagai pihak,kita yang diberi "kewarasan" sejarah,budaya,menjadi penghujung mercusuar peradaban agung bangsa ini kedepan.Menyalahkan bukan tindakan bijak,memberi keteladan nan ikhlas,mungkin itulah kuncinya.thanks

Hugo mengatakan...

Ayooo mari kita sempurnakan makam tersebut..

MAK04 mengatakan...

Sebenarnya bukan menyalahkan pihak manapun, saling menyalahkan juga tidak memecahkan masalah, tetapi kalau tetap dibiarkan seperti kondisi diatas juga tidak bijak, bagaimana seandainya kejadian diatas menimpa pada kita, leluhur kita ( orang tua ) misalnya, nah ini malah leluhur bangsa ini, gimana coba